Perubahan

Profesi Seorang Marketing dan Sales menuntut kedinamisan dalam beraktifitas ,untuk itu kemampuan untuk melihat suatu perubahan kemudian Bergerak/Merespon dan Menyelesaikan/Action menjadi sangat penting.
Banyak alasan alasan mengapa seseorang itu sulit sekali untuk ikut melihat.
Pertama : Tidak ada Cahaya Sama Sekali
Artinya tidak ada Energi untuk melihat dan begerak,Orang orang yang hidup dalam kegelapan bergerak acak tidak beraturan , terkurung dalam ruang tertutup rapat ,tak ada pergaulan dan interaksi dengan dunia luar membuat mereka terasing dari perubahan di luar.
Mereka takut dengan Cahaya,dan menjadikan Cahaya terang benderang itu adalah suatu ancaman.
Sebagai Contoh apabila suatu Komunitas baik itu Perusahaan,Kelompok Masyarakat,atau apapun apabila Mereka memiliki Preferensi Kesamaan dalam kebiasaan,Taraf hidup,Alamamater dan banyak lainnya mereka menjadi tidak bisa melihat Cahaya di luar dan akhirnya adalah Resistensi terhadap perubahan apabila suatu waktu ada Agen Perubahan yang masuk ke wilahnya.
Bangsa Perancis Konon adalah bangsa yang dulunya jarang bepergian ke luar negeri,maka ketika Negerinya di banjiri Produk Asing macam Euro Disney,Mc Donald’s,Keju Kraft mereka bereaksi negatif.
Gerai gerai Mc Donald’s di bakar,keju buatan asing di batasi namun sejalan dengan Arus Globalisasi yang sangat deras hal itu tidak mampu di cegah.
Kedua : Terlalu Banyak Cahaya
Suatu ketika dalam hidup ini kita mengalami masa kejayaan,segala sesuatu sangat mudah,dan akhirnya Cahaya yang terang benderang ini membentuk suatu Peta Kognitif dimana seakan akan apa yang dikerjakan ini adalah segala galanya.
Contoh Paling Populer adalah Kasus IBM,dimana pada masa tahun 70 an mereka menyangkal pentingnya pasar PC karena pernah sukses di komputer mainframe.
Yang paling seru saat ini untuk komunitas Jogja adalah berdirinya Jaringan Apotik K-24 yang terbilang baru berumur 3 tahunan namun telah menggoyahkan sendi sendi Bisnis Apotik Tradisional.
Menurut pengamatan beberapa Apotik Tradisional yang dulu begitu gagahnya berbisnis di Jogja terlena oleh kesuksesan masa lalu disamping juga iklim yang tidak kondusif.
Mungkin hanya jaringan Apotik Kimia Farma yang dapat bersaing dengan Apotik Jaringan K-24.
Ketiga : Peta yang salah
Cahaya yang cukup,tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap tidak menjamin seseorang yang berjalan di hutan rimba yang lebat sampai pada sasaran/tujuan apabila ditangan kita memegang peta yang salah.
Peta ini mungkin saja dibuat oleh orang yang kurang profesional,Pemula,atau bahkan pesaing.
Banyak contoh terjadi di Indonesia misalnya adalah kasus Busang di kalimantan.
Atau mungkin yang paling Up to date adalah bisnis Wartel,memang banyak yang sudah menangguk untung namun banyak juga yang Gulung tikar gara gara banyaknya Wartel dan juga semakin mudahnya orang berkomunikasi lewat SMS dengan telephone genggam.
Bagi mereka yang untung mungkin Wartel yang didirikanya jauh dari pesaing,sudah didirikan lama (sebelum yang lain buka),atau mungkin Komunitas di sekelilingnya belum banyak yang memiliki Handphone.
Sedangkan yang gulung tikar bisa jadi mereka mendapat peta yang salah dimana dengan modal sekian juta sudah bisa buka Wartel.
Namun yang terjadi seiring berkembangnya Teknologi Komunikasi Wartelnya sepi pengunjung dan Handphone menjadi pilihan.
Keempat : Melihat dalam Terowongan
Seseorang yang yang berada di terowongan tidak bisa melihat apa yang terjadi di luar lingkarannya.Ia hanya mampu melihat dengan mempersempit area yang dimasukinya dengan kacamata Myopic dan sebatas yang bisa dilihat secara teknis.
Misalnya pesaing adalah mereka yang membuat produk/jasa yang sama dengan dirinya,lain itu tidak padahal bisa jadi ada produk/jasa pendatang baru muncul dengan teknik teknik baru serta pendekatan baru adalah ancaman kelangsungan Bisnis atau usahanya dan karena berada diluar lingkaran bukan dianggap sebagai ancaman.
Contoh yang paling Aktual adalah antara Produsen Kopi dengan Kafe,dimana keduanya sama sama jualan Kopi namun dengan Konsep yang berbeda.
Kalau Produsen/Pabrikan Kopi menjual di jaringan retailer sedangkan Kafe menjual kopi di kedai dengan dipadukan gaya hidup Metropolis.
Bila kita melihatnya seperti didalam terowongan jelas bahwa kedua Bisnis ini berbeda,namun kalau kita melihat dari bergai sisi jelas bahwa jualan Kopi di kedai Kafe adalah ancaman yang sangat besar terhadap Produsen/Pabrikan Kopi.

0 comments: