Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Takut dan Cinta

Share on :
Rhenald Khasali mengatakan bahwa “sebelum rasa sakit seseorang melebihi rasa takutnya maka ,ia belum berubah".
Sesungguhnya memang demikian yang terjadi ,kadang kita berfikir dan melihat orang orang di sekeliling kita mengapa hanya mengerjakan sesuatu yang mungkin sepele (contoh membuang sampah sembarangan padahal sudah ada tempatnya )namun enggan dilakukan,dan ketika Banjir melanda baru kita sadar “Oh iya Sampah ini yang menyebabkan Saluran got mampet “.
Dan banyak contoh lain tentunya.
Disebuah Buku karangan L.Y.Wiranaga saya membaca 95% Pensiunan di USA mati dalam keadaan miskin dan tercekik hipotik,bagaimana Nasib kita nanti?
Saat ini kalau kita melihat lowongan Pekerjaan maka kebanyakan diperlukan tenaga yang lulusan minimal D3 (atau bahkan Sarjana) dan itupun dalam jumlah sedikit ,Lantas Bagaimana Anak anak kita nanti ?
Bagimana bila tiba tiba ada PHK di tempat anda Bekerja ? apa yang mesti dilakukan.
Segudang pertanyaan yang menghantarkan kepada rasa takut selayaknya menghantui kita apabila kita mau menjadi seorang yang siap dengan segala kemungkinan.
Namun apabila rasa takut ini tidak ingin dipikirkan maka mungkin kita akan berkata
”Ah cuek saja toh Banjir tetap ada walau saya sudah disiplin membuang sampah di tempatnya” atau mungkin akan berkata ” Ah itu khan persoalan saya nanti pada tahun saya pensiun masih lama tuh ” atau mungkin akan berkata ” Masa Bodoh dengan Anak anak yang penting Sekarang nih ” Atau ” Mana mungkin akan ada PHK toh kalaupun ada khan pesangonnya Layak ”
Peryataan peryataan itu akan membalikan pernyataan rasa takut yang ada.
Lantas bagaimana kita menyikapinya.
Ternyata ada satu kata yang paling manjur untuk membuat kita tetap pada Main Frame yaitu ” CINTA”
Sebab rasa takut yang tidak disertai dengan rasa cinta maka yang terjadi adalah ketakutan yang tidak ada dasarnya.
Sebagai seorang Profesional Rasa takut akan kehilangan Pekerjaan mungkin sudah tidak ada karena dengan mudahnya kita akan di terima di tempat lain,namun apabila keprofesionalanya ini juga dilandasi rasa cinta akan pekerjaanya maka yang terjadi hasilnya akan luar biasa.
Andai saja semua orang mencintai pekerjaannya,mencintai lingkungannya,mencintai masa depannya,atau apapun dengan segenap dan setulus hati ,Saya yakin tidak banyak persoalan yang terjadi.
Sebagai bangsa yang besar sudah sewajarnya sebagai Warga negara mencintai negeri sendiri,dengan tidak berlaku yang kurang bijaksana saya yakin persoalan Bangsa ini akan mudah diatasi.
Dengan demikian Rasa takut akan kehilangan harus di barengi dengan rasa cinta telah memiliki,dengan demikian keseimbangan akan terwujud.

0 comments on Takut dan Cinta :