Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Cara Membreak-down Target ke Field Force

Share on :
Banyak diantara kawan-kawan leader Salesman/Medrep/SalesRep/Sales Eksekutif tidak mampu membuat Breakdown target yang jelas terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mereka lebih berdasarkan pada pencapaian history dari pada melihat kesempatan pasar dan potensi pasar.
Maka apabila ditanya oleh Manager Penjualannya jawabannya kira kira begini ” Saya usahakan bulan ini masuk 100% Bos” dan setelah itu yang terjadi adalah dia berfikir ”Aduh bisa enggak ya ” Lebih kacaunya lagi sang Manager percaya begitu saja dan pada akhirnya pada akhir bulan terjadilah akrobat sales yang maha dahsyat.

Sebenarnya hal ini sah sah saja manakala memang pasar benar benar telah jenuh dengan produk kita.

Tapi nanti dulu...kita musti bertanya dalam diri kita benarkah memang pasar telah jenuh dengan produk kita …? apa itu bukan fatamorgana yang disampaikan salesman/salesrep/medrep/sales eksekutif yang menjadi laporan Leadernya ke Managernya…?.
Dan kalau sang Manager percaya begitu saja maka kita akan melihat panggung pertunjukan di lapangan sepakbola yang sudah mulai dimatikan lampunya, sudah dicopot layarnya,sudah di rubuhkan penyangganya dan esok hari bubar.

Maukah kita mengikuti drama kehidupan tersebut menimpa perusahaan tempat kita dimana menggantungkan penghasilan untuk anak istri keluarga kita …..? (ini bentuk loyalitas kepada pekerjaan).
Tentu tidak……untuk itu Sang Manager harus pandai menuntun Leader sales/medrep/salesrep/saleseksekutif untuk melihat potensi dan kesempatan pasar .

Lalu caranya…..?

Pertama Agar tidak di berikan Fatamorgana yang negatif maka sang Manager Penjualan harus tahu apa itu pasar,dimana saja potensinya,dimana wilayahnya,kesempatan apa yang harus dilakukan disana,bila perlu sampai detail detailnya.untuk itu Manager harus Turba (turun ke lapangan)Pengetahuan ini selayaknya di teruskan ke pada para leadernya.

Kedua Penguasaan terhadap terhadap data base,ini wajib hukumnya karena bagaimana jadinya seorang Manager tidak mempunyai data base Customer maka dia akan diberikan data yang salah dari para anak buahnya…..ujung ujungnya salah dalam mengambil keputusan/tindakan.
Data base ini harus valid,up to date,dan saya menyarankan agar mengunakan Office spreadsheet yang umum umum saja bisa Excel,Open Office spreadsheet dan sebagainya tidak usah beli yang mahal mahal (Maaf ya untuk para pengembang Program …masalahnya ini khan untuk pribadi sang Manager saja) dan data base ini di teruskan ke para Leadernya.

Ketiga Mampu mengartikulasikan gagasan,ide,program,motivasi,pelatihan kepada para anak buahnya.
Banyak sekali Manager yang brilian/pandai namun karena tidak mampu menyampaikan ke anak buahnya hasilnya adalah mubadzir alias omong kosong.
Sampaikan dengan jelas ide anda tersebut ke Anak buah anda (Para Leader) untuk segera mengambil tindakan, kita segera akan tahu berapa estimasi sales yang jelas terukur dan dapat di pertanggungjawabkan.

Lalu bagaimana anda memulainya….?

Berikut langkah langkah membuat Breakdown target atau estimasi target.

1.Kumpulkan Anak buah anda dalam ruang meeting dan berikan mereka data base Customer :

a) Data langganan b) Track Record Penjualan c) Data Outlet Peserta Program.

2.Berikan mereka format estimasi penjualan yang isinya meliputi :

a) Estimasi Omset untuk Top Ten outlet/Pareto Outlet (estimasi ini by outlet tidak boleh global)

b) Estimasi Omset untuk outlet yang ikut program (estimasi ini by outlet tidak boleh global )

c) Estimasi Others outlet ( estimasi ini by outlet tidak boleh global).

3.Salesman mengisi estimasi penjualan per kelompok Outlet sesuai format yang telah Anda bagi,katakan kepada mereka berapa angka proporsional untuk outlet A misalnya,beri pengertian jangan asal menulis namun sesuaikan dengan kemampuan outlet

4.Dengan data di tangan anda (Track record Penjualan outlet) ajaklah mereka diskusi sambil bergurau supaya mereka tidak stress. Tanyakan ke salesman kenapa Outlet A hanya sekian unit,kenapa kok sedikit,kenapa kok banyak,apa yang bisa kita bantu untuk si salesman agar omsetnya di outlet itu bisa optimal terus kita periksa/di petani (bahasa jawa) per outlet. Lamakah kita memeriksa ini …? kalau kita sendiri yang memeriksa ya pasti lama ,untuk itu peran leader di fungsikan dengan baik.



Hasilnya …..Anda nanti pasti akan kaget (walaupun ini hanya sekedar estimasi) tidak seperti yang mereka katakan kepada anda jauh lebih tinggi dari perkiraan mereka dan terukur untuk itu jangan buang buang waktu lakukan sekarang juga.

Bila anda ingin lebih detail dan membutuhkan format format yang sudah jadi anda bisa kirim email ke :Simbahe_sales@plasa.com

Selamat Mencoba

1 comments:

ALBUMUSIK said... 2:21 AM

Bagus....