Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Saatnya Pemasar mengambil keputusan dramatis

Share on :
Sabtu jam 18:30 tanggal 10 maret 2008 saya melihat tayangan berita mengenai kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus di level $ 117 perbarel.

Sebagai orang yang bergelut didunia Sales saya merasa prihatin terhadap masalah ini, belum lagi krisis di Amerika (subprime Mortgage) yang belum terlihat membaik berita tersebut seakan lonceng krisis ekonomi yang dahsyat segera didentangkan.

Tak kurang juga Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono prihatin dengan Kondisi ini.
Beberapa alasan yang membuat saya prihatin adalah kenaikan BBM ini akan menyulut kenaikan produk produk lain yang menggunakan Energi Fosil ini sebagai bagian dari faktor produksi , sektor transportasi akan mengalami biaya tinggi akibat belum optimumnya pengganti BBM ini.
Sudah barang tentu kenaikan kenaikan harga tersebut membuat daya beli masyarakat menjadi tertekan dan lebih mementingkan kebutuhan primer.

Sebagai pemasar produk produk yang bisa dikatakan bukan kebutuhan dasar keresahan ini selalu terbayang dimata,bagaimana konsumen mampu membeli produk yang kita pasarkan sementara yang saat ini terjadi adalah konsumen lebih mementingkan kebutuhan dasar dalam rangka safety menghadapi situasi yang cukup meprihatinkan ini.

Menjadi sebuah dilema tersendiri menghadapi situasi yang sangat sulit ini apabila kita masih mengikuti pakem pakem konvensional pemasaran.

Dalam rangka survival akan bisnis , sudah selayaknya kita perhatikan kebutuhan dasar (konsumen) apa yang masih dapat kita raih.

Perlu kejelian seorang pemasar yang handal ditengah badai yang segera menghantui kita, tidak cukup dengan diskon diskon , potongan potongan harga yang menggiurkan,namun juga mencari celah celah survival dengan memasarkan produk yang paling tidak masih dapat diterima konsumen dengan kondisi ekonominya.

Bahwa benar diskon diskon , potongan potongan harga akan mampu menolong arus kas dalam jangka pendek,namun yang menjadi pertanyaannya bagaimana dengan jangka panjang..?

Padahal kita tidak hanya berbisnis sesaat , kita berbisnis adalah long term , benar bahwa setelah krisis ini berakhir mungkin kita dapat berbisnis secara normal , namun yang menjadi pertanyaan kapankah hal itu berakhir...?

Saatnya Pemasar mengambil keputusan yang dramatis , dengan menjual produk produk yang dapat diterima konsumen dalam situasi kritis.

Pemborosan disana sini perlu segera di tambal , penyakit penyakit dalam organisasi segera di obati atau dipangkas sekalian , kejelian melihat peluang pasar segera di kembangkan dan ini akan menjadi khasanah tersendiri , saatnya seluruh potensi di kerahkan untuk menjaga arus Kas, semua fokus pada penjualan , intrik intrik di organisasi segera di redam , berikan pengertian kepada seluruh organisasi atas situasi ini dan para pemimpin dalam organisasi harus satu visi dalam rangka menjaga kestabilan Perusahaan agar mampu menembus badai ekonomi yang segera tiba.

Semua berharap badai ekonomi ini tidak terjadi,namun sebagai tindakan preventif tidak ada salahnya hal ini dilakukan mengingat tanda tandanya sudah ada di depan mata

1 comments:

Latihan Soal UNAS/UAN said... 8:58 PM

Bravo Komunitas Salesman Jogjakarta