Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Uang receh yang sangat penting

Share on :
Postingan kali ini mungkin sekedar joke atau guyon ataupun bahan tertawaan,bagaimana bisa dikatakan penting kalau kalau uang recehan yang hanya 50 , 100, 500, 1.000 rupiah adalah uang yang sangat penting manakala untuk beli kerupuk saja ada warung yang sudah enggak jualan senilai itu.
Namun di balik itu semua ternyata uang recehan itu mengandung nilai yang luar biasa dahsyatnya….
Mau diterusin ceritanya….? Nah gitu dong…jangan bengong aja kayak anak bego......


Begini ceritanya :

Pada suatu hari Pak Anu nyetir mobil sendirian malam malam melewati lampu merah dan berhenti ,tukang ngamen datang ….epyek epyek epyek bawa tutup botol yang udah digepengin minta cepek .
Pak Anu geleng kepala karena enggak ada cepekan…dengan tenangnya tukang ngamen …slereeet… ke Body mobil.
Belum sempat turun keburu tukang ngamen kabur di kegelapan malam…dan lampu hijau nyala…
Pagi hari mobil dibawa ke bengkel ….500 ribu dech…melayang untuk ndepul goresan tutup botol….jadi cepek (baca 100 rupiah ) setara dengan 500 ribu.
Walaupun kita tahu bahwa memberikan atau tidak memberikan cepek ke pengamen itu sah sah saja ,namun realita mengatakan bahwa kondisi demikian kadang dapat menimpa kita.

Cerita lain seperti ini :

Bu Anu pulang belanja dari pedagang sayur kelilingan …yang bilang yuuuur sayuuuuur…gitu lhoch..
Sampai depan rumah ada Ibu ibu menggendong anak kecil sambil menadahkan tangannya.
Bu Anu Cuma bilang …” Lewati saja Bu” kepada Ibu peminta minta tersebut sambil ngeloyor masuk rumah.
Sejam kemudian Bu Anu Keluar rumah untuk menjemput anaknya yang pulang sekolah …jadi kaget.
Pot Bunga dihalaman seharga 50 ribu udah raib enggak tahu rimbanya.

Kalau cerita cerita itu mah udah sering kita dengar dari a’ak,teteh,Mas,Mbakyu,Pakde Bude,Om dan tante….itu cerita biasa dan kuno.

Mungkin cerita dibawah ini akan menjadi pelajaran buat kita bersama terutama kita kita ini yang bekerja di departemen pemasaran ….maksudnya Salesman gitu loh kok muter muter sih….…sok pakai kata kata departemen segala (Maklum blog ini khan cerita tentang dunia Salesman…..he he he???).

Si X bekerja sebagai salesman di sebuah perusahaan Consumer Good ( bahasa ndesonya kelontong , bahan kebutuhan sehari hari atau apalah yang dibutuhkan orang ….)
Hari itu dia datang ke toko A yang memesan 6 item produk dengan nilai total setelah dikurangi diskon seharga 351.050 rupiah, karena baik hati dan tidak sombong Si Salesman X mau saja di bayar 351.000 rupiah pikirnya …ah hanya 50 rupiah saja.
Setelah Toko A dia melanjutkan ke Toko B,C,D….dan seterusnya sampai toko ke 30 sesuai dengan target kunjungannya.
Sudah menjadi kebiasaan seorang Pemasar yang kurang teliti terhadap selisih tagihan yang relative kecil maka Si X pun akan memberlakukan sama dengan Toko A tadi ….ah Cuma segitu…keciiiilll.
Tiba gilirannya akhir bulan Si X jadi bingung terjadi selisih antara uang setoran dengan sisa barang yang harus dikembalikan.Si X harus nombok setoran sejumlah 37.500 rupiah…..bagaimana ini bisa terjadi…??
Begini Man….
Andai saja setiap nota penjualan ia selalu selisih (rugi) katakanlah 50 rupiah saja maka dalam satu hari saja Salesman akan merugi sejumlah 1.500 rupiah bagiamana dengan satu bulan.
Dengan asumsi hari kerja satu bulan adalah 25 Hari kerja maka total Rugi bulan itu adalah 1.500 kali 25 hari atau sebesar 37.500 rupiah.
Bagaiman kalau perusahaan itu memilki Salesman sejumlah 20 orang ….?
Ya kalikan saja dengan 20 orang ….berarti dalam bulan itu Perusahaan rugi senilai 37.500 dikalikan jumlah Salesman 20 orang atau senilai 750.000 rupiah………ooowwww.. bisa buat beli TV 14 Inch Man…
Bagaimana dengan dengan satu tahun….ya. ..750.000 kali 12 bulan alias 9.000.000. rupiah…..We lha dalah….gedhe khan….???
Lha bagaimana kalau selisihnya adalah 100 rupiah…..kalikan sendiri dong….

Kalau sudah begini pepatah Jawa mengatakan Kriwikan dadi Grojogan…..
Maka jangan heran kalau ada seorang Supervisor pontang panting menyelamatkan masalah ini ….pusing….pusing…
Curiga sama si X, si Y …dst. Jangan jangan uangnya di pakai si ini si itu….Padahal ini adalah kesalahan bersama yang tidak di sadari.

Manajemen mencari kambing putih …eh hitam….. untuk membereskan masalah ini padahal mereka sebenarnya ikut andil . mengapa…?
Karena kadang mereka enggak mau bikin konsep atau aturan main untuk perkara yang sepele itu…..serta enggak mau mengkontrol sedari awal .

Lantas bagaimana mengatasi hal ini….tunggu postingan saya berikutnya .


1 comments:

Marshmallow said... 6:43 AM

untuk contoh pertama dan kedua, rasanya bukan masalah uang receh semata deh, mentalitas dan kejahatan juga yang memang tak pandang bulu. biar udah dikasih duit juga kalau dasarnya jahat, selalu aja ada alasan buat vandalisme. dikasih cepek kurang, minta lebih gede.

kalau contoh ketiga, mestinya harga sebenarnya tanpa limapuluh perak itu, perusahaan sudah untung toh? jadi bukan rugi Rp50, melainkan kurang beruntung Rp50, gitu menurutku.

tapi bisa dijadikan pertimbangan juga sih. aku sendiri selalu sedia uang receh buat kepentingan-kepentingan tertentu. kecuali di swalayan, yang sepertinya mereka punya mata uang lain untuk recehan, yakni permen! hehe!

salam kenal kembali dari marshmallow.