Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Strategi memenangkan persaingan dalam kompetisi yang ketat.

Share on :

Ahli sejarah dunia tentu ingat akan apa yang dilakukan oleh seorang Jendral Jerman Erwin Rommel dengan Deutsche Africa Corps.nya Pada PD II.
Seorang Jendral yang mampu memenangkan peperangan sekaligus menaklukan hati musuhnya.
Saking kesohornya bahkan PM Churchill memberikan pujian dalam sidang Parlement bulan Januari 1942 seperti ini .
“Kami berhadapan dengan lawan yang bukan main berani dan pandainya…dan ijinkanlah saya menyatakan ini dengan melewati gemuruhnya Peperangan …Dia adalah Seorang Jendral yang besar ,yaitu Erwin Rommel”.
(Perang Eropa jilid 1 ,hal 192 ,P.K Ojong)

Tentu kita bertanya mengapa Erwin Rommel begitu disanjung oleh musuh bebuyutannya ,tak lain dan tak bukan adalah strategi bertempurnya yang sangat hebat.
Bagaimana tidak hebat dikala pasukan Italia (Sekutu Jerman kala itu) yang sudah kehilangan percaya diri dan diambang kekalahan diawal Februari 1941,lalu dikirimlah seorang jendral dari Jerman yang dalam waktu singkat mengubah peta peperangan dari dari semula di kuasai oleh Inggris menjadi sebaliknya.

Dan yang paling fantastis adalah dilakukannya dalam beberapa hari saja serta dilakukan dengan Pasukan Divisi Bermotor Ringan ke V Sementara Pasukannya yang lain yaitu Divisi Panzer ke XV belum tiba.

Jendral Erwin Rommel tiba di Tripoli (Libya) pada tanggal 12 February 1941 setelah mencari informasi serta mempelajari kondisi pasukan dan pasukan musuhnya Ia memulai perangnya pada tanggal 31 Maret 1941 .
Sebelas hari kemudian yaitu pada tanggal 11 April Jendral Erwin Rommel sudah mampu menguasai perbatasan Mesir.
Jikalau pasukan Inggris harus berbulan bulan untuk menguasai Afrika bagian utara ini maka Erwin Rommel hanya dalam hitungan hari saja telah mampu menaklukannya

Kiat kiat apa saja yang dilakukan oleh Sang Jendral sehingga mampu membuat musuh dan atasan atasannya tercengang atas prestasinya.
Dan apakah hal itu relevan dengan jaman sekarang dimana musuh untuk mereka yang bergelut di dunia bisnis sudah demikian biasnya.

Barangkali apa yang dilakukan Jendral Erwin Rommel ini patut menjadi bahan perenungan bagi kita dan mereka mereka yang sehari hari bergelut dalam dunia Bisnis.

Bangun pagi jam 5 Jendral Rommel memeriksa laporan laporan yang masuk kemudian memberi pesan pesan pada stafnya lalu pergi ke front pertempuran .
Pelajaran yang kita tarik disini adalah penghargaan terhadap waktu sangat menonjol karena dengan kehilangan waktu barang sedetikpun dalam suasana yang kacau akan sangat berarti.
Mencoba untuk selalu hadir di tengah anak buah guna membangkitkan semangat tempur penting artinya dalam meraih suatu kemengan.
Dengan mengunakan pesawat ringan Rommel selalu melakukan pemantauan langsung terhadap pasukannya di berbagai front sehingga koordinasi tetap terjaga antar pasukan satu dengan lainnya.
Menjadi menarik karena dengan cara ini Jendral Rommel tahu apa yang terjadi pada pasukannya, tatlkala suatu saat pasukannya yang berada di front tertentu dan mengalami turun semangat maka dengan serta merta Sang Jendral mampu memompa kembali semangat tempur anak buahnya atau bahkan kalau tidak memungkinkan pasukan itu bisa diganti dengan pasukan lain.

Dihitung dari mulai kedatangannya sampai di mulai pertempurannya yang berkisar 3 minggu dan kemudian dilanjutkan dengan kemenangan yang dicapai hanya sebelas hari dalam menaklukan Afrika Utara (Inggris),hal itu menggambarkan bahwa Erwin Rommel mampu belajar dengan cepat , bertindak cepat disertai perencanaan yang matang.

Improvisasi dan pengambilan keputusan yang berani digambarkan dengan ketidaksetujuan atasannya dalam memulai pertempurannya di tanggal 31 Maret 1941,walau akhirnya menyetujui dan memuji atas tindakannya.

Kemampuan bermanuver di ajang pertempuran juga menjadi catatan tersendiri bagi musuh musuhnya ,dengan cara yang cerdik Panzer Lapis Baja di samarkan dalam medan pertempuran sehingga musuh musuhnya tidak tahu berapa kekuatan sebenarnya.
Melakukan serbuan mendadak ,mengacaukan medan pertempuran ,membuat pasukan musuh tercerai berai adalah kemampuan pasukan yang dipimpin Rommel.

Beberapa kata kunci Strategi mungkin tepat untuk menggambarkan apa yang telah dilakukan Jendral Erwin Rommel dalam memenangkan sebuah pertempuran atau kompetisi .

1.Penghargaan waktu.
2.Pendelegasian yang tepat.
3.Hadir ditengah tengah anak buah baik yang membutuhkan pompa semangat ataupun
Yang tidak sehingga tahu aspek psikologis dari bawahan.
4.Belajar memahami persoalan dengan cepat.
5.Setelah paham akan situasi maka yang dilakukan adalah mengeksekusi dengan
Cepat.
6.Pantang menyerah.

Hanya sayang sekali setelah melewati kemenangan kemenangan ini Jendral Erwin kurang care dengan logistic sehingga Inggris mampu menghancurkan pasukannya lewat penghancuran logisticnya terlebih dahulu.

Mungkinkah strategi Jendral Rommel ini relevan dengan kondisi sekarang ini,dimana musuhnya tidak kelihatan namun pelan tapi pasti bila tak dibenahi akan menggangu Bisnis kita.

4 comments on Strategi memenangkan persaingan dalam kompetisi yang ketat. :

Yari NK said... 9:01 PM

Rommel memang salah satu jenderal terbaik yang pernah ada dalam sejarah. Namun sayang ia tidak terlepas sepenuhnya dari sebuah sistem yang berada di luar ataupun di atasnya.

Keadaan Jerman yang sudah 'ngos-ngosan' setelah D-Day mau tidak mau membuat suplai senjata dan persediaan amunisi juga terganggu untuk perang di Afrika Utara.

Sehebat-hebatnya seseorang namun jika sistem yang menopangnya tidak baik, hasilnya juga bisa jadi tidak seperti yang diharapkan.....

solusibisnismu said... 5:02 PM

wuah.. .tulisan yg mantap dan analisanya tepat. strategi perang biasannya klop dengan startegi penjualan.. oo ya btw saya punya quiz marketing berhadiah.. terimakasih diberi tumpangan lewat..

Anonymous said... 3:19 PM

Mate. Blog ini adalah luar biasa. Bagaimana saya membuat tampilan ini bagus?

Anonymous said... 6:00 PM

Nice info;) Terima kasih untuk waktu Anda ...;)