Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Bertindak Tanpa Data

Share on :
Judul Posting ini mungkin sedikit Sarkastik atau barangkali berlebihan mengingat dari Kalimatnya mengandung ajakan untuk bertindak tanpa data walaupun tujuannya jelas bukan seperti yang tersurat.
Sarkastik saya ambil dari Sarkasme yang kalau menurut Wikipedia adalah suatu majas yang dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar.
Lho kok tiba tiba ngebahas persoalan ini ada apa gerangan ...oh tidak saya tidak membahas Gaya Bahasanya namun lebih membahas "Bertindak Tanpa Data" itu sendiri.

Begini ya sob kadang kita atau orang lain melakukan suatu tindakan tanpa dipikir panjang tanpa referensi tanpa data tanpa mengajak diskusi orang yang paham persoalan ...so langsung action.
Bagaimana hasilnya...sebagian sukses sebagian gagal sebagian lagi tidak begitu sukses tapi juga tidak begitu gagal.Salahkah kalau kita melakukannya .......? banyak yang berpandangan Tidak Salah...tapi Banyak pula yang berpandangan itu adalah kesalahan Terbesar.

Terus bagaimana pandangan saya terhadap ini...beberapa hal saya termasuk katagori Langsung Action tanpa berfikir panjang ...namun seringkali saya musti melihat data referensi berdiskusi dengan yang berpengalaman termasuk juga melakukan simulasi.
Persoalannya kapan kita langsung action dan kapan harus menggunakan pertimbangan yang matang.

Ketika persoalan sangat simpel mudah dengan cakupan persoalan sempit hasil akhir terukur dengan mudah maka seyogyannya kita Take Action,enggak usah terlalu lama lama sebab akan menjadi basi.
Namun kalau cakupan persoalan itu terlalu luas sangat complicated dengan hasil akhir yang susah terukur maka Data Referensi Simulasi bahkan Diskusi dengan ahli sangat sangat di perlukan bahkan menjadi sebuah kewajiban.

Bagaimana memahami persoalan ini...? yach oleh karena saya adalah termasuk salah satu yang berkecimpung di dunia Sales maka contoh yang kita gunakan tentunya persoalan dunia Sales juga.
Begini prend ketika kita mendapatkan target ringan dengan wilayah sempit jumlah Outlet yang sedikit Hasil akhir yang bisa dibayangkan segeralah action .
Data pendukung barangkali cukup ada di benak kita referensi enggak usah terlalu mendetail simulasi cukup di bayangkan.Namun bagaimana kalau justru sebaliknya...?Target besar wilayah luas jumlah outlet sangat banyak hasil akhir yang sangat sukar dibayangkan....?
Apa kita cukup mengingat data data outlet di benak kita ...?Apa kita hanya memiliki Referensi yang seadanya....?Apa hanya membayangkan hasilnya....? sungguh naif kalau kita seperti itu.

Ketika bisnis kita masih kecil data data yang tersusun rapi memang belum perlu dan mungkin tidak perlu mengingat akan menambah beban pikiran kita,Lik Min (Lik=Singkatan dari Pak Lik) tetangga saya ketika jualan beras di pasar dengan volume jualan kecil cukup dengan buku notes untuk mencatat keluar masuk barang (bahkan kadang di tulis di belakang kalender).Beliau tidak usah perlu data pelanggan mengingat jumlahnya barangkali tidak lebih dari 100 orang dan beliau tahu kapan pelanggan tersebut akan belanja lagi tahu kapan menambah stok berasnya kapan menagih utang pelanggannya kapan membayar utang ke distributornya.

Namun ketika bisnis kita besar dengan cakupan wilayah luas jumlah pelanggan ratusan bahkan ribuan item produk berjumlah puluhan apa ya kita cukup dengan buku notes ala Lik Min,apa ya cukup data pelanggan hanya berdasarkan ingatan apa ya cukup data piutang di tulis di kalender apa ya cukup data history penjualan di tulis di kertas saja apa ya cukup untuk menghitung cost berdasarkan awangan (mencongak).Sebab kalau kita nekat melakukannya maka dipastikan bisnis kita perlahan tapi pasti akan tergerus oleh ketidaktahuan kita atau bahkan mungkin sekali kompetitor.Pendataan aktifitas bisnis data pelanggan data situasi pasar sangat perlu karena data ini akan menjadi lentera yang menuntun kita ke arah yang benar dalam membangun mempertahankan bisnis dalam skala yang lebih luas dan lebih besar.

Persoalannya bagaimana menyusun data yang simpel murah cepat valid dan kredibel ...? itu persoalan lain yang mesti segera dibenahi.

Nah bagaimana pendapat sampeyan

1 comments:

ok said... 2:27 AM

jangan sampe bertindak tanpa data apalagi klo udh msk smp menghakimi tanpa data