Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Berbicaralah Yang Tegas Jelas Terukur Mudah Dipahami Dan Tidak Multitafsir

Share on :

Posting ini hanya terbatas untuk kalangan organisasi dunia usaha/bisnis bukan bidang lain sebab berbicara di masing masing bidang memiliki seni tersendiri.
Mengapa demikian sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan kita senang dengan cara bicara yang messagenya tidak jelas yang di bungkus kata kata manis dengan harapan kalau ada yang melakukan Counter Balik dengan sangat mudah kita kembali mengcounternya.

Memang memerlukan cara cara tersendiri perlu membiasakan diri untuk dapat berbicara Yang Tegas Jelas Terukur Mudah Dipahami Dan Tidak Multitafsir.
Mengapa saya menyarankan untuk berbicara Yang Tegas Jelas Terukur Mudah Dipahami serta Tidak Multitafsir hal ini agar tidak terjadi kebingungan salah persepsi yang berakibat tindakan dari audience keliru dalam mengartikan Statement Anda.
Kalau hal ini terjadi di organisasi usaha/bisnis jelas jelas akan membuat kerugian yang pada mulanya kecil lama lama akan menjadi besar.

Ketika anda sebagai pemimpin dunia usaha dalam melakukan komunikasi dengan team masih menggunakan kalimat yang tidak tegas tidak jelas tidak measurable tidak membumi multitafsir apalagi dengan kalimat bersayap,jelas jelas bisnis anda akan berada di ambang kehancuran.
Mengapa demikian...sebab tidak mungkin seluruh anggota Team memiliki cara pandang yang sama dengan sampeyan,sehingga di masing masing anggota team akan terjadi penafsiran yang berbeda beda.
Kalau sudah demikian apa mungkin objective dari perusahaan akan tercapai dengan optimal...jawabnya sangat sulit. Kalaupun objective tercapai barangkali itu adalah karena kebetulan dan faktor lucky.

Bagaimana anda bisa mengetahui kalau anda termasuk katagori pemimpin yang tidak tegas tidak jelas tidak mudah dipahami tidak terukur multitafsir jawabnya mudah : Bacalah email email anda dan rasakan kalimat demi kalimat seandainya email itu dibaca orang lain.

Nah Bagaimana dengan anda....?

1 comments:

sawali tuhusetya said... 5:45 AM

seperti halnya dalam pragmatik, mas. ternyata dalam bisnis pun perlu bicara tegas, dan tidak taksa. taksa istilah dalam pragmatik yang berarti membingungkan.