Mari Budayakan Kinerja Tinggi

Silakan Cari Tiket Hotel Kereta Pesawat Event Yang Resmi Di Sini Kerjasama dengan www.tiket.com

Buruk Muka Cermin Dibelah : Boleh dilakukan kalau kita sudah mengingatkan berkali kali pada orang yang salah dan ndableg

Share on :


Ketika SD kita telah pernah mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia Peribahasa "Buruk Muka Cermin di belah ".Kalau dirasakan sebenarnya itu adalah peringatan atau pelajaran positip untuk membuat diri kita tidak menudingkan telunjuk ketika kita salah dan menimpakan kesalahan itu pada orang lain.
Ketika kita mencoba menerapkan dalam diri sendiri alangkah beratnya hal itu dilakukan mengingat EGO yang ada di dalam begitu kuatnya untuk mengatakan " Saya tidak pernah salah,Orang lainlah yang keliru".

Peribahasa itu mengajarkan kita untuk menjadi Gentlement bukan pengecut Peribahasa itu mengajarkan diri kita untuk bertanggung jawab bukan lari dari tanggungjawab Peribahasa itu mengajarkan kita untuk mau menerima konsekwensi bukan bersembunyi.
Sungguh sayang saat ini kita berada pada masa masa orang yang kalau bisa ketika ada kesalahan yang bertanggungjawab adalah orang lain.

Saya tidak hendak mengatakan bahwa menimpakan kesalahan kepada orang lain adalah tindakan yang tidak Gentlement Tidak konsekwen Tidak Bertanggungjawab sekali kali tidak, manakala kalau orang lain itu adalah subordinat kita dan kita sudah ribuan kali mengingatkannya melatih dan mengajarkannya dengan benar atas suatu tugas/tanggungjawab yang menjadi beban sub ordinat tadi.
Dan justru kalau tidak kita timpakan kesalahan akan menjadi preseden yang tidak baik di kemudian hari karena akan menjadi lemah dimata subordinat yang lain.

Lantas bagaimana yang tidak boleh kita timpakan kesalahan pada orang lain...? jawabnya cuma simpel : Yang tidak berkaitan dengan pokok persoalan ...itu aja ...Titik.
Contoh :
1.Kalau anda jadi penyelia dan anda tidak bisa mengontrol anak buah ...jangan salahkan anak buah anda dengan mengatakan ...."Kamu mau menjegal saya ya.... Kamu mau nggembosi saya ya...Kamu mau membuat saya susah ya....?".
Pertanyaannya ketika anak buah anda tidak bisa di kontrol adalah : Apakah anda sudah mengatakan visi misi cara kerja dengan benar dan clear,sudahkah anda komunikasi dengan intens dengan anak buah anda ....kalau sudah berarti memang anak buah anda itu perlu di kasih pelajaran dan ketika ada kesalahan timpakan saja kesalahan itu ke yang bersangkutan.
2.Kalau anak buah anda lebih lihai dan lebih jago dibanding anda, alih alih anda mendukungnya ....justru malah mencari dan berkolaborasi dengan anak buah yang lain untuk memberi STIGMA NEGATIVE ....wow itu adalah kesalahan yang sangat besar Prend,harusnya anda musti mendukung karena dengan anda mengangkatnya secara otomatis sampeyan ikut terangkat.
Orang pasti mengatakan " Anak Buahnya Siapa Dulu"...iya khan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kita boleh melakukan menimpakan atau apapun itu dengan catatan bahwa semuanya musti bersyarat situasioanal serta kontekstual
Ada saatnya kita timpakan ada saatnya dipendam ada saatnya dibuka ada saatnya di tutup semua tergantung situasi yang ada .

Nah bagaimana pendapat sampeyan....?

Nb sumber photo :jephman.wordpress.com

0 comments on Buruk Muka Cermin Dibelah : Boleh dilakukan kalau kita sudah mengingatkan berkali kali pada orang yang salah dan ndableg :